Kamis, 02 Agustus 2012

LELAKI SEJATI


Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar.. Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya. …


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang .. Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran… ..


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya.. Tetapi dari sikap bersahabatnya pada sesama manusia …


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja.. Tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah…


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan.. Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan…


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang.. Tetapi dari hati yang ada dibalik itu…


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja… Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya. ..


Laki-laki sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan… Tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan…


Lelaki Sejati impian Sejati Perempuan~*~

Senin, 30 Juli 2012



KESUNGGUHAN HATI


Di kisahkan ada dua orang pemuda yang sedang mencari pekerjaan di kota. Karena, sulitnya mencari pekerjaan yang layak, memaksa mereka bekerja di sebuah proyek pembangunan untuk perumahan elite.
Namun, walaupun mereka bekerja di tempat yang sama, tugas yang mereka dapatkan berbeda.


Pemuda pertama dengan tubuh besarnya di suruh oleh mandor untuk mengerjakan pekerjaan yang terlihat mudah yaitu membuat beberapa pintu dan jendela yang terbuat dari kayu. Dan, pemuda kedua yang terlihat lebih kecil dari pemuda pertama justru di suruh oleh mandor mengerjakan pekerjaan yang terlihat sulit yaitu menyusun batu bata dan mengaduk semen.


Mendengar apa yang di katakan pak mandor pemuda pertamapun merasa bahagia karena ia merasa pekerjaan yang di berikan terlalu mudah mengingat badannya yang besar sehingga menurutnya tidak perlu sungguh- sungguh dalam bekerja, sedangkan pemuda kedua merasa pekerjaan yang diberikan pak mandor sebagai tantangan yang harus di selesaikan dan perlu kesungguhan untuk menyelesaikannya. Dan, setelah pembagian tugas selesai di berikan pak mandor menganta pemuda pertama menuju tempat bekerjanya dan betapa kagetnya pemuda ini ketika dia melihat pintu dan jendela yang harus di selesaikan berbentuk ukiran yang mempunyai tingkat kerumitan cukup tinggi karena desain rumah yang akan di buat bergaya tradisional. Pak mandor kemudian memanggil salah satu pekerjanya, dan berkata “Pak tolong ajarkan pemuda ini mengukir dengan baik ya.”
“Baik pak,” kata pekerja tersebut sambil membawa pemuda pertama tadi menuju tempat di mana tergeletaknya kayu yang harus di ukir. Dan, karena sikapnya yang tidak sungguh-sungguh saat mengerjakan pekerjaan yang di anggapnya mudah membuatnya berulang kali melakukan kesalahan meski telah diajari berulang kali. Hal yang berbeda justru terlihat dari pemuda kedua, tampak dari jauh dia melakukan pekerjaan tanpa melakukan kesalahan meski hanya sekali di ajarkan. Karena, pemuda kedua terlihat mudah untuk memasang batu bata, terbesit niatan dari pemuda pertama untuk bertukar tempat. Agar kesalahan yang dia lakukan saat mengukir tidak ketahuan oleh mandornya. Dan, dia pun menghampiri pemuda kedua tadi, “hai kawan, kau terlihat lelah, jadi ijinkan aku untuk menggantikanmu menyusun batu bata ini dan kamu silahkan istirahat di sana sambil menggantikanku untuk mengukir kayu,” kata pemuda pertama. Pemuda kedua pun menyetujuinya, dan pergilah pemuda kedua menuju tempat di mana tergeletaknya kayu yang harus di ukir.
Dan, sore hari ketika pak mandor melihat hasil kerja beberapa pegaiwainya, dia melihat ada satu pintu yang terlihat bagus ukirannya, dan kemudian sambil memegang pintu tersebut dia pun bertanya kepada semua pegaiwanya, “Siapa yang mengukir pintu ini?”
“Pemuda ini pak,” kata salah satu pegawainya sambil menepuk pundak pemuda kedua. Kemudian pak mandor menghampirinya dan bertanya, “Nak bagaimana kau bisa melakukannya?”
“Sederhana pak caranya, kuncinya adalah bekerja dengan ketulusan dan kesungguhan, karena saat kita mendengarkan apa yang diajarkan dengan hati yang tulus maka kita akan mudah memahaminya, dan setelah kita memahami bagaimana caranya, kita tinggal bekerja dengan kesungguhan agar hasil yang di ciptakan menjadi karya yang luar biasa.”


Sahabatku yang bahagia,
Lebih sering dari pada tidak ketika kita merasa bahwa pekerjaan yang kita dapatkan itu lebih mudah dari kemampuan yang kita miliki, kita lebih sering menyepelekannya dan tak mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Padahal semudah apapun pekerjaan yang kita lakukan, akan terasa sulit jika kita mengerjakannya tidak dengan kesungguhan begitupun sebaliknya. Ingatlah, bahaya terbesar untuk kita semua bukan karena pekerjaan kita terlalu sulit sehingga kita kesulitan mengerjakannya, tetapi karena pekerjaan kita terlalu mudah sehingga kita tidak sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Jadi, sudah selayaknya jika kita tidak ingin terjebak dalam bahaya terbesar dalam kehidupan yang disebut kegagalan, kita harus mengerjakan pekerjaan dengan ketulusan dan kesungguhan terlepas dari mudah atau susahnya pekerjaan yang akan kita kerjakan.


Semoga bermanfaat

Minggu, 09 Oktober 2011

KESELARASAN AHLAK

Watak atau sifat/tabeat manusia memang berbeda, kadang merasa heran dengan watak orang-orang yang ada disekeliling kita. Ada yang baik dan buruk, yang egois dan sabar dll. Kalau aku sih orang yang baik..kurasa hehehehe....

Seperti yang aku katakan di atas, setiap manusia sudah barang tentu memiliki kelebihan serta kekurangannya masing - masing. Tapi ada beberapa yang menurutku sangat disayangkan kalau dilihat bagaimana seseorang memiliki tabeat/watak keras, serakah dengan harta, egois atau ingin menang sendiri terlepas salah atau benar padahal ia termasuk ahli ibadah. Menurutku sangat ideal juga sesuai dengan apa yang diyakininya bahwa setiap ibadah sudah pasti harus disertai sifat - sifat yang baik, selalu menghargai orang lain walau berbeda pendapat dengan dirinya tapi pada kenyataannya bertolak belakang.

Begitupun sebaliknya ada orang yang kurang ibadahnya tetapi ia orangnya baik, sabar, selalu menghargai yang lain, suka menolong dll yang baik - baik saja dia dimiliki. Nah inipun bertolak belakang dengan agama yang dia anut dimana punya kewajiban mentaati semua perintah dan laranganNya.

Kesimpulannya: 
1.  Dia ahli ibadah yang bertabeat jelek..bagaiman hasil ibadahnya?
2. Dia bertabeat baik tapi kurang bahkan tidak menjalankan perintah agamanya..bagaimana hasil  kebaikanya?

Kita berusaha keras agar selalu bisa melaksanakan semua perintah Allah SWT, berusaha melawan hawa nafsu kita karena itulah musuh utamanya. Janganlah perjuangan dan ibadah  kita jadi sia - sia dengan segala tabeat/sifat jelek yang notabene bukan ajaran agama.

Bagaimana dengan orang yang memiliki hampir semua kebaikan yang ia lakukan terhadap sesama tetapi ia juga ingkar terhadap Tuhan?. Semua kebaikannya akan sia-sia dan tidak ada artinya dimata Tuhan YME.
Lakukanlah apa yang diperintah Tuhan sebagaimana kita lakukan setiap kebaikan terhadap sesama agar punya nilai plus baik di dunia maupun di akhirat kelak.


Rabu, 05 Oktober 2011

TUJUAN HIDUP

TUJUAN HIDUP SESUNGGUHNYA

Nasehat ini untuk semuanya ……….
Untuk mereka yang sudah memiliki arah………
Untuk mereka yang belum memiliki arah………
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
nasehat ini untuk semuanya…….
Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah…….
Nikah itu suci……….. ingat itu……
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena
kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…..
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan….. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta….
Namun…… jika cinta engkau jadikan sbg landasan,
maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan……
Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat…….
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan……
Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"…..
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan…….
Jika ini kau lakukan "istanamu" tidak akan langgeng..
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw….
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan
sorban, karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan
tersaji dihadapannya ketika lapar……..
Menjahit bajunya yang robek……..

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu"…..
Disayang, dimanja dan dilayani suami……
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu….
Jika itu engkau lakukan, "istanamu" akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu………
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……
Jika itu engkau lakukan akan celaka….
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..

Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu
tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena
menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu…..
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…..
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang…..
Istrimu bisa menjadi musuhmu….

Didiklah istrimu…
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya……
Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang
suami Muhammad saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu….
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah…
Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam….
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Jika engkau menjadi istri…
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu…
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah……
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami…..
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya….
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….
Jika itu kau lakukan….. Kecintaannya terhadapmu akan
memaksanya menjadi pendurhaka…… jangan……….

Jika engkau menjadi Bapak……
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….
Ajaklah mereka taat kepada Allah…….
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah……….
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu….
Jadilah engaku ibu yang bijak, ibu yang teduh….
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….
Jadikanlah mereka mujahid………
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..
Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..


(Dari berbagai sumber)

Sabtu, 01 Oktober 2011

Mencoba Melupakan Dia


Perjalanan waktu telah meninggalkan Qta yang selalu saja terlena dengan bayangan masa lalu. Cinta tak selalu harus memiliki , jika Qta ingin berpaling dari yang Qta sukai cukup dengan memejamkan mata, maka hilang lah rasa itu , namun jika Qta memejamkan mata dari orang yang Qta cinta maka cinta itu berubah menjadi tetesan air mata yang selalu mengalir setiap Qta mencoba untuk melupakannya.
Met malam shbt”qu..moga di malam ini Qta bisa memejamkan mata tanpa air mata..
Aamiin….!